Rabu, 09 November 2016

laporan praktikum ekologi tanaman



BAB I
ACARA I
BUDIDAYA TANAMAN SECARA ORGANIK
(PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN)

1.1 Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini ialah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang ditanama secara organik.

1.2 Tinjauan Pustaka
Seiring  dengan  meningkatnya  tingkat  kesejahteraan, kesadaran dan   kebutuhan akan perlunya hidup sehat, diantaranya perlunya makanan yang menyehatkan yang diproduksi secara alami,  tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sinetis , meningkat pula. Produk pangan ini pada umumnya dihasilkan melalui budidaya organik dengan istilah Back to Nature, atau gerakan hidup kembali secara alami.
Budidaya tanaman sayuran merupakan kebutuhan pokok manusia dalam pemenuhan gizi yaitu kebutuhan akan vitamin dan mineral dan kebuthan sebagai masakan berupa sayur mayur, untuk itu perlu dikembangkan secara organik yaitu budidaya tanaman sayuran tanpa menggunakan pupuk kimia dan tanpa  pestisida. Diharapkan dari budaya ini dapat menghasilkan sayuran  yang higienis tanpa  meninggalkan  efek  residu dari bahan kimia.
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain.

1.3 Waktu dan Tempat Praktikum
1.3.1 Waktu
Adapun waktu Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari                    :Rabu
Tanggal              : 07 mei 2015
Pukul                  : 13.45 s/d selesai

1.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan praktikum ini dilaksanakan di :
Lokasi                : Rumah Kaca ( Green House )
Area                   : Kampus Universitas Samudra
Daerah                : Meurandeh

1..4 Bahan Dan Alat
1.4.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada pelaksanaan praktikum ini ialah :
1.   Pupuk Kandang
2.   tanah
2. Pasir
3. sayur bayam, kangkung, dan sawi
4  Air

1.4.2 Alat
                 Adapun alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini adalah :
1.      Pot
2.      Pisau
3.      Kater


1.5 Prosedur Kerja
1.     Siapkan media tanamnya yaitu  6 pot dengan 2 pot diisi dengan pupuk kandang yang sudah ditambah tanah perbandingan 2:1, 2 pot diisi dengan pasir dan 2 pot lagi diisi dengan pasir pupuk kandang perbandingan 2:1.
2.     Siapkan tanaman bayam, sawi dan kangkung  kemudian tanam pada media yang sudah disediakan.
3.     Setelah ditanam semuanya siram dengan air.
4.     Amati pertumbuhan sayuran tersebut dan bandingkan pertumbuhannya antara pot yang diisi pupuk + tanah, pot didisi pasir dengan pot yang diisi pasir dicampur pupuk kandang.  Kemudian amati perkembangan tanaman selama satu minggu.

1.6 Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tanaman pada media tanam berikut :
1.      tanaman bayam yang ditanaman menggunakkan media tanam tanah dengan campuran pupuk kandang maka dapat dilihat pertumbuhan tanaman baik dan normal dapat dilihat pada fhoto dibawah ini :

Untuk foto tanaman yang menggunakkan tanah dicampur pupuk kandang:









gambar Hari ke-1











Gambar Hari ke-2









Gambar Hari ke-3










Gambar Hari ke-4










Gambar Hari ke-5









Hari ke-6










Hari ke-7

2.      tanaman sawi yang ditanaman menggunakkan media tanam pasir hasilnya sama-sama baik, pertumbuhan tanaman normal dapat dilihat pada fhoto dibawah ini :

foto tanaman yang menggunakkan pasir:







Hari ke-1









Hari ke-2








Hari ke-3









Hari ke-4










Hari ke-5










Hari ke-6









Hari ke-7



3.      tanaman bayam dan kangkung yang ditanaman menggunakkan media tanam pasir dengan campuran pupuk kandang maka dapat dilihat pertumbuhan tanaman abnormal. pada tanaman bayam diujung daunnya terlihat agak menggulung dan berwarna kecoklatan sedangkan pada tanaman kangkung pertumbuhan tanaman baik dan sehat dapat dilihat pada fhoto dibawah ini :

foto tanaman yang menggunakkan pasir dan pupuk kandang









hari ke-1










hari ke-2










hari ke-3









hari ke-4










Hari ke-5










Hari ke-6










Hari ke-7

1.7 Pembahasan
Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang sapi yang telah kering, karena disamping mengandung unsur Nitrogen yang cukup, karena bentuknya yang berupa gumpalan seperti lempengan tumpukan sampah kering, membuat pupuk kandang sapi lebih gembur dan mudah hancur apabila terkena siraman air.
Kelebihan penggunaan pupuk kandang sebagai komponen media tanam adalah menjamin ketersediaan unsur hara bagi tanaman, walaupun tanpa tambahan pupuk kimia. Sedangkan kekurangan pupuk kandang adalah, apabila tidak disterilisasi dengan baik, maka pupuk kandang cenderung mengandung bibit penyakit dan hama bagi tanaman. Selain itu penggunaan pupuk kandang secara berlebihan sering membuat tampilan keseluruhan tanaman dan pot menjadi kurang indah, apalagi kalau tanaman ditempatkan didalam ruangan (indoor).
Bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro) maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan sedangkan media tanah lama menyerap air dan dapat mempertahankan drainase. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses pemisahan) pasir sangat kecil sehingga mudah terkikis oleh air dan tanah sangat besar sehingga tidak mudah terbawa oleh air. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang digunakan sebagai media tanam secara tunggal.


1.8 Kesimpulan dan Saran
1.8.1 Kesimpulan
Kesimpula yang dapat diambil dari pengamatan ini adalah bahwa tanaman bayam, kangkung dan sawi ini bisa tumbuh dengan baik pada media tanah pupuk kandang, pasir pupuk kandang maupun pada media tanam pasir, hanya saja tanaman bayam pada media pasir pupuk kandang kurang baik karena daun meski ada perbedaan dari warna daunnya yang lebih baik pada media pupuk kandang. Dan dari masing-masing 5 pot pupuk kandang ada 1 yang mati  karena hama dan harus diganti akan tetapi masetelah diganti masih tumbuh dengan baik.

1.8.2 Saran
Pertanian organik hendaknya dikembangkan dengan mengupayakan orientasi ekonomi dengan tidak terlepas dari hubungan yang seimbang dengan alam agar  dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani khususnya dan masyarakat indonesia umumnya






















BAB II
ACARA II
PENGARUH NAUNGAN / CAHAYA PADA TANAMAN

2.1  Tujuan
Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang terkena cahaya dan yang ternaungi.

2.2 Tinjauan Pustaka
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor  genetis  dan  faktor  lingkungan. Faktor genetis mencerminkan sifat morfologi, anatomi dan sifat fisiologis suatu tanaman. Sedangkan faktor lingkungan meliputi, radiasi cahaya matahari ( kualitas cahaya, intensitas cahaya dan lama penyinaran ),  suhu  suatu temperatur, kelembapan, curah hujan ).
Tanaman C3, C4  dan tanaman CAM yang mencerminkan keadaan/ struktur tajuk yang berbeda sehingga dalam hal fiksasi CO2 perbedaan tersebut menghasilkan asimilat yang berbeda pula. Ada tanaman yang efisien dalam hal melakukan proses fotosintesis dengan laju fotosintesis yang tertinggi pula, hal ini tergantung tanaman tersebut.

2.2  Waktu dan Tempat Praktikum
2.2.1 Waktu
Adapun waktu elaksanaan praktikum ini dilakukan pada :
Hari                    : Selasa
Tanggal              : 16 april 2015.
Pukul                  : 11.30 s/d selesai

2.2.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan praktikum ini dilakukan di :
Lokasi    : green house
Area       : Kampus Universitas Samudra
Daerah    : Meurandeh
2.3 Bahan Dan Alat Praktikum
2.3.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
1. Tanaman hias keladi
4. Tanah
5. Air

2.3.2 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam plaksanaan praktikum ini ialah :
1.     Pot
2.     Steples
3.     Gunting
4.     Selotip
5.     aqua gelas
6.      Kertas karbon


2.4 Prosedur Kerja
1. Siapkan pot, kemudian diisi dengan pasir.
2. 1 pot berisi 1 tanaman dengan 3 perlakuan
1)  Perlakuan I daun ditutup penuh/seluruhnya dengan menggunakan kertas karbon.
2)  Perlakuan II daun dtutup setengahnya dengan menggunakan kertas karbon.
3)  Perlakuan III daun ditutup seperempatnya dengan menggunakan kertas karbon.
3.  Setelah itu ditanam dan disiram setiap hari serta diamati setiap hari selama 1 minggu.
4. Amati perubahan warna daunnya.




2.5 Hasil Pengamatan
Pengamatan hari ke-1 kamis, 16 april 2015







Gambar 2.5.1 tanaman hias keladi Ditutup sepenuhnya









Gambar 2.5.2 tanaman hias Keladi Ditutup ½









Gambar 2.5.3 Tanaman Hias Keladi Ditutup ¼




Pengamatan setelah satu minggu ditutup dengan menggunakan kertas karbon







Gambar 2.5.4 Tanaman Hias keladi ditutup sepenuhnya









Gambar 2.5.5 Tanaman hias keladi Ditutup ½ setelah satu minggu ditutup










Gambar 2.5.6 Tanaman hias keladi Ditutup ¼ setelah satu minggu ditutup

2.6 Pembahasan
1.Pada tanaman yang daunnya ditutup semua, pada proses fotosintesisnya terganggu. Hal ini dikarenakan fiksasi COdan cahaya matahari terhalangi oleh kertas karbon yang menutupi daun, sehingga asimilat yang harusnya sudah ada tetapi belum tersedia ini mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

2.Pada tanaman yang daunnya ditutup sebagian, pada proses fotosintesisnya juga terganggu. Hal ini dikarenakan fiksasi COdan cahaya matahari sedikit terhalangi oleh kertas karbon yang menutupi sebagian daun, sehingga asimilat yang terbentuk tidak cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

3.Pada tanaman yang daunnya ditutup seperempat, pada proses fotosintesisnya juga terganggu, karena tanaman tidak  dapat asimilat yang tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hal ini dikarenakan fiksasi COdan cahaya matahari sedikit terhalangi oleh kertas karbon yang menutupi ¼ daun, sehingga asimilat yang terbentuk tidak cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

4.Akan tetapi didalam praktikum ada perbedaan karena daun  yang  ditutup kertas karbon berbeda-beda. Daun tanaman yang ditutupi dengan kertas karbon terdapat bercak kuning, dan ada yang tetap berwanra hijau walaupun hijaunya agak pudar dan ada bercak kuningnya sedikit.

5.tanaman hias ditutup dengan kertas karbon
a. ditutup sepenuhnya
Daun tanaman kering setelah dibuka
b. ditutup ½
Daun tanaman hias keladi mengunaing seperti terbakar
c. ditutup ¼
Daun tanaman hias keladi yang ditutup ¼ daun tanaman juga menguning seperti terbakar dan lama-kelamaan gugur.


2.7 Kesimpulan dan Saran
2.7.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil praktikum adalah bahwa tanaman yang dinaungi atau tidak terkena cahaya matahari proses fotosintesis-nya akan terganggu dan tanaman yang idak ternaungi proses fotosisntesis tidak terganggu. Untuk hasil praktikum ini sendiri tanaman yang tertutup atau terlindungi maka fisiologis tanaman terganggu, mengering dan mati.

2.7.2 Saran
Tanaman budidaya yang terlindungi maka fisiologis tanaman akan ter-ganggu usahakan pada saat ingin membudidayakan tanaman budidaya, maka tanaman harus terhindar dari naungan dikarenakan tumbuhan dalam proses per-tumbuhannya memerlukan intensitas cahaya yang cukup untuk melakukan proses fotosintesis.



BAB III
ACARA 3
POLUSI ATAU PENCEMARAN
(DETERJEN, PESTISIDA DAN FUNGI, SERTA AIR LIMBAH)

3.1  Tujuan
Adapun tujuan  dari dilakasanakannya praktikum ini ialah Untuk mengetahui tanaman yang dapat bertahan hidup setelah disiram dengan air deterjen, campuran air pestisida + fungi, dan air limbah.

3.2   Tinjauan Pustaka
Polusi atau pencemaran meliputi polusi tanah, polusi air, polusi udara. Dikatakan terkena polusi apabila terdapat polutan yaitu sesuatu yang menyebabkan polusi. Contoh polutan adalah asap pabrik atau asap industri, asap knalpot kendaraan, penggunaan pestisida yang tidak rasional, limbah pabrik atau limbah industri, dan limbah rumah tangga atau detergen.
Polusi ini akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan per-kembangan tanaman bahkan mematikan tanaman, mematikan ikan-ikan baik yang ada di lautan maupun di air tawar, juga mematikan mikroorganisme yang menguntungkan.
Pencemaran air adalah tercemarnya air permukaan (sungai, irigasi, waduk) oleh biota, zat kimia, padatan terlarut (suspended solid), dan/atau komponen lain pada kadar cukup tinggi yang mengakibatkan gangguan/bahaya bagi makhluk hidup (tanaman).

3.3  Waktu Dan Tempat Praktikum
3.3.1 Waktu
Adapun waktu pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari                    : kamis
Tanggal              : 16 april 2015
Pukul                  : 11.30 s/d selesai

3.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan di :
Lokasi    : rumah kaca ( green house )
Area       : kampus universitas samudra
Daerah    : meurandeh

3.4  Bahan dan Alat Praktikum
3.4.1        Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
1.Tanaman hias
2.Air limbah ( wantek )
3.Petisida ( Insektisida jenis matador )
4.Fungisida 5 gram
5.Air deterjen

3.4.2        Alat
Adapun alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
- sendok
- aqua gelas
- polibag

3.5 Prosedur kerja
1.   Menyiapkan tanaman hias yang akan disiram dengan air pestisida + fungisida, air deterjen, dan air limbah ( wantek )  yaitu ada 6 tanaman hias masing-masing untuk perlakuan dibutuhkan 2 buah tanaman hias.
2.   sediakan 6 buah aqua gelas yang kosong kemudian diisi dengan air aquades
3.   ambil 6 buah aqua kosong tadi yang telah berisi air lalu masukan deterjen kedalam 2 buah aqua masing-masing sebanyak 1 sendok, 2 buah aqua dimasukan pewarna pakaian masing-masing ½ bungkus, 2 buah aqua dicampur dengan fungisida sebanyak 1 sendok dan insektisida jenis matador ¼ sendok
-     Untuk tanaman yang disiram dengan air deterjen ada 2 polibag yaitu tanaman :
-     Untuk tanaman yang disiram dengan insektisida dan fungisida ada 2 polibag, yaitu tanaman :
-  Untuk tanaman yang disiram dengan air limbah ada 2 polibag, yaitu tanaman:

4.      Setelah disiram semuanya, amati pertumbuhan tanaman hias tersebut

3.6 Hasil pengamatan
Dari hasil pengamatan beberapa minggu menunjukkan bahwa tanaman yang disiram dengan larutan deterjen dan larutan campuran pestisida dan fungi tidak bisa bertahan hidup lama dan akhirnya mati. Sedangkan untuk yang disiram dengan air limbah industri batik masih bisa hidup meski kurang subur. Hal itu bisa terlihat pada gambar foto dibawah ini :

1. Diminggu-minggu awal
a. tanaman hias disiram dengan air deterjen







hari ke-1








hari ke-2









hari ke-3









hari ke-4









hari ke-5











hari ke-6









hari ke7


b. tanaman hias disiram dengan wantek ( air limbah )








hari ke-1









hari ke-2










hari ke-3









hari ke-4










hari ke-5








hari ke-6









hari ke-7





c. tanaman hias disiam dengan air fungisida dan insektisida







Hari ke-1








Hari ke-2








Hari ke-3











Hari ke-4









Hari ke-5










Hari ke-6












Hari ke-7


3.7 Pembahasan
Tanaman tersebut lama – lama akan mati, daun tanaman menguuning dan mongering kemudian mati dikarenakan air yang diganakan untuk menyiram tercemar zat/senyawa kimia yang mengakibatkan rusaknya sistem perakaran dan akar menjadi peka terhadap patogen dan terganggunya absorpsi air dan unsur hara.
Tanaman yang disiram dengan menggunakan wantek / air limbah tidak begitu berpengaruh dibandingkan dengan pestisida dan deterjen. Dampak akibat dari pestisida dan deterjen terganggunya proses fisiologis akar tanaman karena pestisida dan diterjen mengandung zat sintetis yang dapat menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.

3.8 Kesimpulan dan Saran
3.8.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengamatan yang telah dilaksanakan adalah bahwa tanaman hias yang disiram dengan air limbah masih tumbuh dengan baik ketimbang tanaman hias yang disiram dengan larutan deterjen maupun larutan pestisida dan fungi. Akan tetapi tetap tanaman yang disiram dengan air yang tercemar lama – lama akan menjadi mati.

3.8.2 Saran
Pada saat melakukan budidaya tanaman kurangi penggunaan pestisida secara bersamaan dan hindari dari tanaman dari air cemaran lingkungan karena kandungan zat yang berada didalalmnya sudah bercampur baur dengan zat sintetis lain dan dapat menjadi racun bagi tanaman.



























BAB IV
ACARA 4
PEMBERIAN PUPUK (UREA) SECARA BERLEBIHAN

4.1 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan praktikum ini ialah Untuk mengetahui akibat dari pemberian pupuk yan berlebihan pada tanaman dan alasannya.

4.2 Tinjauan Pustaka
Unsur hara esensial termasuk unsur hara yang dibuthkan tanaman untuk daur hidup tanaman itu sendiri. Unsur hara esensial dibagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak sedangkan unsur hara mikro dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit. Unsur hara makro meliputi C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, sedangkan unsur hara mikro meliputi Fe, B, Mo, Cu, Cl, Mn, Zn. Dari berbagai macam unsur hara baik makro maupun mikro itu mempunyai fungsi masing-masing untuk tanaman.
Urea adalah Zat Yang memiliki Jumlah Alami nitrogen Tinggi. Dalam rasio pupuk biasa  nitrogen, fosfor dan kalium, urea 46-0-0.  Rasio Dalam,  pupuk biasa  nitrogen,  fosfor murah  kalium, urea 46-0-0. Semua tanaman membutuhkan nitrogen, yang  mengarahkan  pembentukan  pembentukan hijau berdaun, pertumbuhan protein dan drive produksi klorofil.  Nitrogen  berada di udara, tetapi tanaman tidak bisa menerima nitrogen dari atmosfer.  Urea bertindak sangat cepat pada tanaman dan mengandung sejumlah besar garam. Garam dapat membangun di tanah pot dan akhirnya dapat meracuni tanaman.
Penambahan jumlah yang benar pupuk dapat mempromosikan produksi bunga yang sehat dan pertumbuhan daun sedangkan aplikasi pupuk berlebihandapat menurunkan kesehatan tanaman dapat menyebabkan penurunan dan Kematian. Selama  aplikasi  atau aplikasi yang tidak benar,  pupuk dapat berkontribusi  mencemari  sungai kita, sungai, danau, dan muara. Kelebihan pupuk dapat  meningkatkan  kemungkinan  beberapa  Penyakit Tanaman. Pemupukan tanaman yang sudah  melampaui ruang  mereka dialokasikan hanya dapat menyebabkan pemangkasan  lebih .  Tingkat  pertumbuhan yang moderat dan baik, warna hijau yang diinginkan untuk sebagian besar tanaman berkayu. Kekuatanyang berlebihan, yang terbukti dengan subur, daun hijau dan pertumbuhan  long shoot seringkali tidak diharapkan.

4.3  Waktu Dan Tempat Praktikum
4.3.1  Waktu
Adapun waktu pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari                    : kamis
Tanggal              : 07 mei 2015
Pukul                  : 13.45 s/d selesai

4.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktikum ini dilaksanakan di :
Lokasi    : rumah kaca ( green house )
Area       : kampus universitas samudra
Daerah    : meurandeh

4.4 Bahan dan alat praktikum
4.4.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
- tanaman kangkung 2 pot
- tanaman sawi 2 pot
- urea
- air
- pupuk kandang
- tanah






4.4.2 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
- sendok
- polibag
- ayakan
- aqua gelas kosong

4.5 Prosedur kerja
1. sediakan bahan dan alat yang ingin digunkan
2. haluskan media tanam yaitu pupuk kandang dan tanah dengan menggunakan ayakan sehingga terpisah dengan pupuk kandang dan tanah yang masih bongkahan.
3.  sediakan polibag ukuran sedang, aqua gelas kosong sebagai titik ukur, dan masing media yang sudah diayak.
4. campurkan antara kedua media dengan perbandaingan 2:3 yaitu pupuk kandang dengan ukuran 2 kali aqua gelas dan tanah 3 kali ukuran aqua gelas
5. setelah selesai kemudian tanam bibit kangkung dan sawi kedalam 4 polibag dengan 2 diisi dengan tanaman kangkung dan 2 lagi ditanami sawi.
6. setelah selesai beri tanda pada polibag yang ditanami sawi dengan angka 4 dan tanaman kangkung ¼.
7. letakan urea dengan menggunakan sendok, pada tanaman sawi urea diletakan 4 sendok makan dan kangkung 2 sendok makan.
8. kemudian sirang secara merata dan amati setiap hari dengan melihat perubahan yang terjadi pada tanaman sawi dan kangkung.

4.6 Hasil pengamatan
Dari pengamatan yang sudah dilakukan setelah 2 hari tanaman yang diberi dengan urea sudah tampak layu dan mati daun dan batangnya berubah menjadi kuning kehitaman. Dapat dilihat pada foto dibawah ini :



1.      tanaman yang diberi urea 4 sendok







hari ke-1









hari ke-2








hari ke-3










hari ke-4


2.   tanaman yang diberi urea ¼ sendok







Hari ke-1








Hari ke-2










Hari ke-3








Hari ke-4





4.7 Pembahasan
Dari hasil praktikum tanaman sawi dan kangkung yang diberi pupuk urea tanpa dosis yang tepat hasilnya tanaman tersebut mati karena Nitrogen berada di udara, tetapi tanaman tidak bisa menerima nitrogen dari atmosfer. Urea bertindak sangat cepat pada tanaman dan mengandung sejumlah besar garam. Garam dapat menyebar/berkembang di tanah pot dan akhirnya dapat meracuni tanaman. Dan pemberian pupuk yang berlebihan terutama Urea, akan meningkatkan proses dekomposisi bahan organik yang ada di dalam tanah, akibatnya : bahan organik cepat habis dan porositas tanah berkurang (tanah mengeras), dan ketersediaan unsur hara makin berkurang karena KTK- nya rendah.

4.8 Kesimpulan dan Saran
4.8.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah dilakukan pengamatan didapatkan bahwa tanaman yang diberi urea secara berlebihan tanpa komposisi yang tepat seperti memeperhatikan dosis, watu, guna, dan sasaran yang tepat, mengakibat-kan tanaman tersebut mati, kebanyakan petani berfikir bukannya akan tumbuh dengan baik melainkan pertumbuhannya akan terganggu dan yang paling ekstrim tanaman tersebut bisa mati karena tanaman tersebut terbakar (karena terlalu banyak urea) akibat urea yang berlebihan. Urea mengandung gas Amoniak dalam proses ini nitrit menjadi nitrat yang naik keudara dan menjadi racun bagi tanaman

4.8.2 Saran
Pada proses pemupukan gunakan dosis pupuk, cara aplikasi pemupukan sesuai denga pupuk yang digunakan pada sasaran yang tepat. Dikarenakan pupuk yang diberikan secara berlebihan akan menjadi racun bagi tanaman.
DAFTAR PUSTAKA


M.Majdid B.Damanik et.al. 2010. Keusburan Tanah Dan Pemupukan. Medan. USU Press.

Pupuk Urea Bisa Digunakan di Tanaman Indoor & Bagaimana? | EHow. comhttp:// www.ehow.com/info_7910059_can-fertilizer-used-indoor plants. html#ixzz 1QCXv3 M84

Soemedi, dan A. Handriatni. 2003. Diktat Kuliah Ekologi Tanaman. Pekalongan.
http:///Documents Wikipidia Bahasa Indonesia. /jarak% 20 tanam % 20 mangga.htm

M.Majdid B.Damanik et all. 2010.  Kesuburan Tanah Dan Pemupukan Medan. UISU Press


Diakses , Sabtu 23 Mei 2015. www.google.com

Diakses Sabtu 23 Mei 2015.

http://dewaarka.wordpress.com/2009/04/10/abiotik/. Diakses pada hari Kamis, 21 Mei 2015.

http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem. Diakses pada hari Kamis, 21 Mei 2015.

.