BAB
I
ACARA
I
BUDIDAYA
TANAMAN SECARA ORGANIK
(PERTANIAN
BERWAWASAN LINGKUNGAN)
1.1 Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini
ialah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang ditanama secara organik.
1.2 Tinjauan
Pustaka
Seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan,
kesadaran dan kebutuhan akan perlunya hidup sehat, diantaranya
perlunya makanan yang menyehatkan yang diproduksi secara
alami, tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sinetis , meningkat pula.
Produk pangan ini pada umumnya dihasilkan melalui budidaya organik dengan
istilah Back to Nature, atau gerakan hidup kembali secara alami.
Budidaya tanaman sayuran
merupakan kebutuhan pokok manusia dalam pemenuhan gizi yaitu kebutuhan akan
vitamin dan mineral dan kebuthan sebagai masakan berupa sayur mayur, untuk itu
perlu dikembangkan secara organik yaitu budidaya tanaman sayuran tanpa
menggunakan pupuk kimia dan tanpa pestisida. Diharapkan dari budaya
ini dapat menghasilkan sayuran yang higienis tanpa meninggalkan efek residu
dari bahan kimia.
Pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan
disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang lengkap seperti
natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang cocok untuk
dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk pertumbuhan
dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki kandungan
mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit dicerna
tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman. Pasir
sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi
tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai
media untuk penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek
batang tanaman. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan
bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain.
1.3 Waktu dan
Tempat Praktikum
1.3.1 Waktu
Adapun waktu Praktikum
ini dilaksanakan pada :
Hari :Rabu
Tanggal :
07 mei 2015
Pukul : 13.45 s/d selesai
1.3.2 Tempat
Adapun tempat
pelaksanaan praktikum ini dilaksanakan di :
Lokasi : Rumah Kaca ( Green House )
Area : Kampus Universitas Samudra
Daerah :
Meurandeh
1..4 Bahan Dan
Alat
1.4.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada pelaksanaan
praktikum ini ialah :
1.
Pupuk Kandang
2.
tanah
2. Pasir
3. sayur
bayam, kangkung, dan sawi
4 Air
1.4.2 Alat
Adapun alat yang digunakan
dalam pelaksanaan praktikum ini adalah :
1. Pot
2. Pisau
3. Kater
1.5 Prosedur
Kerja
1. Siapkan
media tanamnya yaitu 6 pot dengan 2 pot
diisi dengan pupuk kandang yang sudah ditambah tanah perbandingan 2:1, 2 pot diisi
dengan pasir dan 2 pot lagi diisi dengan pasir pupuk kandang perbandingan 2:1.
2. Siapkan
tanaman bayam, sawi dan kangkung
kemudian tanam pada media yang sudah disediakan.
3. Setelah
ditanam semuanya siram dengan air.
4. Amati
pertumbuhan sayuran tersebut dan bandingkan pertumbuhannya antara pot yang
diisi pupuk + tanah, pot didisi pasir dengan pot yang diisi pasir dicampur
pupuk kandang. Kemudian amati
perkembangan tanaman selama satu minggu.
1.6 Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada tanaman
pada media tanam berikut :
1.
tanaman bayam yang ditanaman menggunakkan media
tanam tanah dengan campuran pupuk kandang maka dapat dilihat pertumbuhan
tanaman baik dan normal dapat dilihat pada fhoto dibawah ini :
Untuk foto
tanaman yang menggunakkan tanah dicampur pupuk kandang:
gambar
Hari ke-1
Gambar
Hari ke-2
Gambar
Hari ke-3
Gambar
Hari ke-4
Gambar
Hari ke-5
Hari
ke-6
Hari
ke-7
2.
tanaman sawi yang ditanaman menggunakkan media
tanam pasir hasilnya sama-sama baik, pertumbuhan tanaman normal dapat dilihat
pada fhoto dibawah ini :
foto
tanaman yang menggunakkan pasir:
Hari
ke-1
Hari
ke-2
Hari
ke-3
Hari
ke-4
Hari
ke-5
Hari
ke-6
Hari
ke-7
3.
tanaman bayam dan kangkung yang ditanaman
menggunakkan media tanam pasir dengan campuran pupuk kandang maka dapat dilihat
pertumbuhan tanaman abnormal. pada tanaman bayam diujung daunnya terlihat agak
menggulung dan berwarna kecoklatan sedangkan pada tanaman kangkung pertumbuhan
tanaman baik dan sehat dapat dilihat pada fhoto dibawah ini :
foto
tanaman yang menggunakkan pasir dan pupuk kandang
hari ke-1
hari ke-2
hari
ke-3
hari
ke-4
Hari
ke-5
Hari ke-6
Hari ke-7
1.7 Pembahasan
Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk
kandang sapi yang telah kering, karena disamping mengandung unsur Nitrogen yang
cukup, karena bentuknya yang berupa gumpalan seperti lempengan tumpukan sampah
kering, membuat pupuk kandang sapi lebih gembur dan mudah hancur apabila
terkena siraman air.
Kelebihan penggunaan pupuk kandang sebagai
komponen media tanam adalah menjamin ketersediaan unsur hara bagi tanaman,
walaupun tanpa tambahan pupuk kimia. Sedangkan kekurangan pupuk kandang adalah,
apabila tidak disterilisasi dengan baik, maka pupuk kandang cenderung
mengandung bibit penyakit dan hama bagi tanaman. Selain itu penggunaan pupuk
kandang secara berlebihan sering membuat tampilan keseluruhan tanaman dan pot
menjadi kurang indah, apalagi kalau tanaman ditempatkan didalam ruangan
(indoor).
Bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah
tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah
kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase
media tanam. Oleh karena memiliki pori-pori berukuran besar (pori-pori makro)
maka pasir menjadi mudah basah dan cepat kering oleh proses penguapan sedangkan
media tanah lama menyerap air dan dapat mempertahankan drainase. Kohesi dan
konsistensi (ketahanan terhadap proses pemisahan) pasir sangat kecil sehingga
mudah terkikis oleh air dan tanah sangat besar sehingga tidak mudah terbawa
oleh air. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan dan
pemupukan yang lebih intensif. Hal tersebut yang menyebabkan pasir jarang
digunakan sebagai media tanam secara tunggal.
1.8 Kesimpulan
dan Saran
1.8.1
Kesimpulan
Kesimpula yang dapat diambil dari pengamatan
ini adalah bahwa tanaman bayam, kangkung dan sawi ini bisa tumbuh dengan baik
pada media tanah pupuk kandang, pasir pupuk kandang maupun pada media tanam
pasir, hanya saja tanaman bayam pada media pasir pupuk kandang kurang baik
karena daun meski ada perbedaan dari warna daunnya yang lebih baik pada media
pupuk kandang. Dan dari masing-masing 5 pot pupuk kandang ada 1 yang
mati karena hama dan harus diganti akan tetapi masetelah diganti
masih tumbuh dengan baik.
1.8.2 Saran
Pertanian organik hendaknya dikembangkan dengan mengupayakan
orientasi ekonomi dengan tidak terlepas dari hubungan yang seimbang dengan alam
agar dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat petani khususnya dan masyarakat indonesia umumnya
BAB
II
ACARA
II
PENGARUH
NAUNGAN / CAHAYA PADA TANAMAN
2.1
Tujuan
Untuk mengetahui pertumbuhan tanaman yang
terkena cahaya dan yang ternaungi.
2.2 Tinjauan
Pustaka
Pertumbuhan dan
perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan. Faktor genetis
mencerminkan sifat morfologi, anatomi dan sifat fisiologis suatu tanaman.
Sedangkan faktor lingkungan meliputi, radiasi cahaya matahari ( kualitas
cahaya, intensitas cahaya dan lama penyinaran ), suhu suatu temperatur,
kelembapan, curah hujan ).
Tanaman C3,
C4 dan tanaman CAM yang mencerminkan keadaan/ struktur tajuk yang
berbeda sehingga dalam hal fiksasi CO2 perbedaan tersebut
menghasilkan asimilat yang berbeda pula. Ada tanaman yang efisien dalam hal melakukan
proses fotosintesis dengan laju fotosintesis yang tertinggi pula, hal ini
tergantung tanaman tersebut.
2.2 Waktu
dan Tempat Praktikum
2.2.1 Waktu
Adapun waktu elaksanaan praktikum ini dilakukan
pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 16 april 2015.
Pukul :
11.30 s/d selesai
2.2.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan praktikum ini
dilakukan di :
Lokasi :
green house
Area :
Kampus Universitas Samudra
Daerah :
Meurandeh
2.3 Bahan Dan
Alat Praktikum
2.3.1 Bahan
Adapun bahan
yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
1. Tanaman hias keladi
4. Tanah
5. Air
2.3.2
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam plaksanaan
praktikum ini ialah :
1. Pot
2. Steples
3. Gunting
4. Selotip
5. aqua
gelas
6. Kertas
karbon
2.4 Prosedur
Kerja
1. Siapkan pot, kemudian diisi dengan pasir.
2. 1 pot berisi 1 tanaman dengan 3 perlakuan
1) Perlakuan I daun ditutup
penuh/seluruhnya dengan menggunakan kertas karbon.
2) Perlakuan II daun dtutup
setengahnya dengan menggunakan kertas karbon.
3) Perlakuan III daun ditutup
seperempatnya dengan menggunakan kertas karbon.
3. Setelah
itu ditanam dan disiram setiap hari serta diamati setiap hari selama 1 minggu.
4. Amati perubahan warna daunnya.
2.5 Hasil
Pengamatan
Pengamatan hari ke-1 kamis, 16 april 2015
Gambar
2.5.1 tanaman hias keladi Ditutup sepenuhnya
Gambar
2.5.2 tanaman hias Keladi Ditutup ½
Gambar
2.5.3 Tanaman Hias Keladi Ditutup ¼
Pengamatan setelah satu minggu ditutup dengan
menggunakan kertas karbon
Gambar 2.5.4 Tanaman Hias keladi ditutup
sepenuhnya
Gambar
2.5.5 Tanaman hias keladi Ditutup ½ setelah satu minggu ditutup
Gambar
2.5.6 Tanaman hias keladi Ditutup ¼ setelah satu minggu ditutup
2.6 Pembahasan
1.Pada tanaman yang
daunnya ditutup semua, pada proses fotosintesisnya terganggu. Hal ini
dikarenakan fiksasi CO2 dan cahaya matahari terhalangi oleh
kertas karbon yang menutupi daun, sehingga asimilat yang harusnya sudah ada
tetapi belum tersedia ini mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman.
2.Pada tanaman yang
daunnya ditutup sebagian, pada proses fotosintesisnya juga terganggu. Hal ini
dikarenakan fiksasi CO2 dan cahaya matahari sedikit terhalangi
oleh kertas karbon yang menutupi sebagian daun, sehingga asimilat yang
terbentuk tidak cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
3.Pada tanaman yang
daunnya ditutup seperempat, pada proses fotosintesisnya juga terganggu, karena
tanaman tidak dapat asimilat yang tersedia
sesuai dengan yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Hal ini dikarenakan fiksasi CO2 dan cahaya matahari
sedikit terhalangi oleh kertas karbon yang menutupi ¼ daun, sehingga asimilat
yang terbentuk tidak cukup untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
4.Akan tetapi didalam
praktikum ada perbedaan karena daun
yang ditutup kertas karbon berbeda-beda.
Daun tanaman yang ditutupi dengan kertas karbon terdapat bercak kuning, dan ada
yang tetap berwanra hijau walaupun hijaunya agak pudar dan ada bercak kuningnya
sedikit.
5.tanaman hias ditutup
dengan kertas karbon
a. ditutup sepenuhnya
Daun tanaman kering
setelah dibuka
b. ditutup ½
Daun tanaman hias keladi
mengunaing seperti terbakar
c. ditutup ¼
Daun tanaman hias keladi
yang ditutup ¼ daun tanaman juga menguning seperti terbakar dan lama-kelamaan
gugur.
2.7 Kesimpulan dan Saran
2.7.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat
diambil dari hasil praktikum adalah bahwa tanaman yang dinaungi atau tidak terkena
cahaya matahari proses fotosintesis-nya akan terganggu dan tanaman yang idak
ternaungi proses fotosisntesis tidak terganggu. Untuk hasil praktikum ini sendiri tanaman yang
tertutup atau terlindungi maka fisiologis tanaman terganggu, mengering dan
mati.
2.7.2 Saran
Tanaman budidaya yang terlindungi maka
fisiologis tanaman akan ter-ganggu usahakan pada saat ingin membudidayakan
tanaman budidaya, maka tanaman harus terhindar dari naungan dikarenakan
tumbuhan dalam proses per-tumbuhannya memerlukan intensitas cahaya yang cukup
untuk melakukan proses fotosintesis.
BAB III
ACARA 3
POLUSI ATAU PENCEMARAN
(DETERJEN,
PESTISIDA DAN FUNGI, SERTA AIR LIMBAH)
3.1
Tujuan
Adapun tujuan
dari dilakasanakannya praktikum ini ialah Untuk mengetahui tanaman yang dapat
bertahan hidup setelah disiram dengan air deterjen, campuran air pestisida +
fungi, dan air limbah.
3.2
Tinjauan Pustaka
Polusi atau pencemaran meliputi polusi tanah, polusi air, polusi udara.
Dikatakan terkena polusi apabila terdapat polutan
yaitu sesuatu yang menyebabkan polusi. Contoh polutan adalah asap pabrik atau
asap industri, asap knalpot kendaraan, penggunaan pestisida yang tidak
rasional, limbah pabrik atau limbah industri, dan limbah rumah tangga atau
detergen.
Polusi ini akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan per-kembangan
tanaman bahkan mematikan tanaman, mematikan ikan-ikan baik yang ada di lautan
maupun di air tawar, juga mematikan mikroorganisme yang menguntungkan.
Pencemaran air adalah tercemarnya air permukaan
(sungai, irigasi, waduk) oleh biota, zat kimia, padatan terlarut (suspended
solid), dan/atau komponen lain pada kadar cukup tinggi yang mengakibatkan
gangguan/bahaya bagi makhluk hidup (tanaman).
3.3 Waktu
Dan Tempat Praktikum
3.3.1 Waktu
Adapun waktu pelaksanaan Praktikum ini
dilaksanakan pada :
Hari :
kamis
Tanggal :
16 april 2015
Pukul : 11.30 s/d selesai
3.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktikum ini
dilaksanakan di :
Lokasi :
rumah kaca ( green house )
Area :
kampus universitas samudra
Daerah :
meurandeh
3.4
Bahan dan Alat Praktikum
3.4.1
Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan
praktikum ini ialah :
1.Tanaman hias
2.Air limbah
( wantek )
3.Petisida (
Insektisida jenis matador )
4.Fungisida 5
gram
5.Air deterjen
3.4.2
Alat
Adapun alat
yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum ini ialah :
- sendok
- aqua gelas
- polibag
3.5 Prosedur
kerja
1. Menyiapkan
tanaman hias yang akan disiram dengan air pestisida + fungisida, air deterjen,
dan air limbah ( wantek ) yaitu ada 6
tanaman hias masing-masing untuk perlakuan dibutuhkan 2 buah tanaman hias.
2. sediakan
6 buah aqua gelas yang kosong kemudian diisi dengan air aquades
3. ambil
6 buah aqua kosong tadi yang telah berisi air lalu masukan deterjen kedalam 2
buah aqua masing-masing sebanyak 1 sendok, 2 buah aqua dimasukan pewarna
pakaian masing-masing ½ bungkus, 2 buah aqua dicampur dengan fungisida sebanyak
1 sendok dan insektisida jenis matador ¼ sendok
- Untuk
tanaman yang disiram dengan air deterjen ada 2 polibag yaitu tanaman :
- Untuk
tanaman yang disiram dengan insektisida dan fungisida ada 2 polibag, yaitu
tanaman :
- Untuk
tanaman yang disiram dengan air limbah ada 2 polibag, yaitu tanaman:
4.
Setelah disiram semuanya, amati pertumbuhan
tanaman hias tersebut
3.6 Hasil
pengamatan
Dari hasil pengamatan beberapa minggu
menunjukkan bahwa tanaman yang disiram dengan larutan deterjen dan larutan
campuran pestisida dan fungi tidak bisa bertahan hidup lama dan akhirnya mati.
Sedangkan untuk yang disiram dengan air limbah industri batik masih bisa hidup
meski kurang subur. Hal itu bisa terlihat pada gambar foto dibawah ini :
1. Diminggu-minggu
awal
a. tanaman hias
disiram dengan air deterjen
hari
ke-1
hari
ke-2
hari
ke-3
hari
ke-4
hari
ke-5
hari
ke-6
hari
ke7
b. tanaman hias
disiram dengan wantek ( air limbah )
hari
ke-1
hari
ke-2
hari
ke-3
hari
ke-4
hari
ke-5
hari
ke-6
hari
ke-7
c. tanaman hias
disiam dengan air fungisida dan insektisida
Hari
ke-1
Hari
ke-2
Hari
ke-3
Hari
ke-4
Hari
ke-5
Hari
ke-6
Hari
ke-7
3.7 Pembahasan
Tanaman tersebut lama – lama akan mati, daun
tanaman menguuning dan mongering kemudian mati dikarenakan air yang diganakan
untuk menyiram tercemar zat/senyawa kimia yang mengakibatkan rusaknya sistem
perakaran dan akar menjadi peka terhadap patogen dan terganggunya absorpsi air
dan unsur hara.
Tanaman yang disiram dengan menggunakan wantek
/ air limbah tidak begitu berpengaruh dibandingkan dengan pestisida dan
deterjen. Dampak akibat dari pestisida dan deterjen terganggunya proses
fisiologis akar tanaman karena pestisida dan diterjen mengandung zat sintetis
yang dapat menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.
3.8 Kesimpulan
dan Saran
3.8.1
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil
pengamatan yang telah dilaksanakan adalah bahwa tanaman hias yang disiram
dengan air limbah masih tumbuh dengan baik ketimbang tanaman hias yang disiram
dengan larutan deterjen maupun larutan pestisida dan fungi. Akan tetapi tetap
tanaman yang disiram dengan air yang tercemar lama – lama akan menjadi mati.
3.8.2 Saran
Pada saat melakukan budidaya tanaman kurangi
penggunaan pestisida secara bersamaan dan hindari dari tanaman dari air cemaran
lingkungan karena kandungan zat yang berada didalalmnya sudah bercampur baur
dengan zat sintetis lain dan dapat menjadi racun bagi tanaman.
BAB IV
ACARA 4
PEMBERIAN
PUPUK (UREA) SECARA BERLEBIHAN
4.1 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan praktikum ini
ialah Untuk mengetahui akibat dari pemberian pupuk yan berlebihan pada tanaman
dan alasannya.
4.2 Tinjauan Pustaka
Unsur hara esensial termasuk unsur hara yang
dibuthkan tanaman untuk daur hidup tanaman itu sendiri. Unsur hara esensial
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur
hara makro dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak sedangkan unsur hara mikro
dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit. Unsur hara makro meliputi C, H, O, N,
P, K, Ca, Mg, S, sedangkan unsur hara mikro meliputi Fe, B, Mo, Cu, Cl, Mn, Zn.
Dari berbagai macam unsur hara baik makro maupun mikro itu mempunyai fungsi
masing-masing untuk tanaman.
Urea adalah Zat Yang memiliki Jumlah Alami nitrogen Tinggi. Dalam
rasio pupuk biasa nitrogen, fosfor dan
kalium, urea 46-0-0. Rasio Dalam, pupuk biasa nitrogen,
fosfor murah kalium, urea 46-0-0. Semua tanaman membutuhkan nitrogen,
yang mengarahkan pembentukan pembentukan hijau berdaun,
pertumbuhan protein dan drive produksi klorofil. Nitrogen
berada di udara, tetapi tanaman tidak bisa
menerima nitrogen dari atmosfer. Urea bertindak
sangat cepat pada tanaman dan mengandung sejumlah
besar garam. Garam dapat membangun
di tanah pot dan akhirnya dapat meracuni tanaman.
Penambahan jumlah yang benar pupuk dapat mempromosikan produksi
bunga yang sehat dan pertumbuhan daun sedangkan aplikasi pupuk berlebihandapat menurunkan kesehatan tanaman dapat menyebabkan penurunan dan
Kematian. Selama aplikasi atau aplikasi yang tidak
benar, pupuk dapat berkontribusi mencemari
sungai kita, sungai, danau, dan muara. Kelebihan pupuk
dapat meningkatkan kemungkinan beberapa Penyakit Tanaman. Pemupukan
tanaman yang sudah melampaui ruang mereka dialokasikan hanya dapat
menyebabkan pemangkasan lebih . Tingkat pertumbuhan
yang moderat dan baik, warna hijau yang diinginkan
untuk sebagian besar tanaman berkayu. Kekuatanyang
berlebihan, yang terbukti dengan subur, daun hijau dan
pertumbuhan long shoot seringkali tidak diharapkan.
4.3 Waktu
Dan Tempat Praktikum
4.3.1 Waktu
Adapun waktu pelaksanaan Praktikum ini
dilaksanakan pada :
Hari :
kamis
Tanggal : 07 mei 2015
Pukul :
13.45 s/d selesai
4.3.2 Tempat
Adapun tempat pelaksanaan Praktikum ini
dilaksanakan di :
Lokasi :
rumah kaca ( green house )
Area :
kampus universitas samudra
Daerah :
meurandeh
4.4 Bahan dan
alat praktikum
4.4.1 Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam pelaksanaan
praktikum ini ialah :
- tanaman kangkung 2 pot
- tanaman sawi 2 pot
- urea
- air
- pupuk kandang
- tanah
4.4.2 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam pelaksanaan
praktikum ini ialah :
- sendok
- polibag
- ayakan
- aqua gelas kosong
4.5 Prosedur
kerja
1. sediakan bahan dan alat yang ingin digunkan
2. haluskan media tanam yaitu pupuk kandang dan
tanah dengan menggunakan ayakan sehingga terpisah dengan pupuk kandang dan
tanah yang masih bongkahan.
3.
sediakan polibag ukuran sedang, aqua gelas kosong sebagai titik ukur,
dan masing media yang sudah diayak.
4. campurkan antara kedua media dengan
perbandaingan 2:3 yaitu pupuk kandang dengan ukuran 2 kali aqua gelas dan tanah
3 kali ukuran aqua gelas
5. setelah selesai kemudian tanam bibit kangkung
dan sawi kedalam 4 polibag dengan 2 diisi dengan tanaman kangkung dan 2 lagi
ditanami sawi.
6. setelah selesai beri tanda pada polibag yang
ditanami sawi dengan angka 4 dan tanaman kangkung ¼.
7. letakan urea dengan menggunakan sendok, pada
tanaman sawi urea diletakan 4 sendok makan dan kangkung 2 sendok makan.
8. kemudian sirang secara merata dan amati
setiap hari dengan melihat perubahan yang terjadi pada tanaman sawi dan
kangkung.
4.6 Hasil
pengamatan
Dari pengamatan yang sudah dilakukan setelah 2
hari tanaman yang diberi dengan urea sudah tampak layu dan mati daun dan
batangnya berubah menjadi kuning kehitaman. Dapat dilihat pada foto dibawah ini
:
1.
tanaman yang diberi urea 4 sendok
hari
ke-1
hari
ke-2
hari
ke-3
hari
ke-4
2. tanaman yang diberi urea ¼
sendok
Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
4.7 Pembahasan
Dari hasil praktikum tanaman sawi dan kangkung
yang diberi pupuk urea tanpa dosis yang tepat hasilnya tanaman tersebut mati
karena Nitrogen berada di udara, tetapi tanaman
tidak bisa menerima nitrogen dari
atmosfer. Urea bertindak sangat cepat pada tanaman
dan mengandung sejumlah besar garam. Garam dapat
menyebar/berkembang di tanah pot dan akhirnya dapat
meracuni tanaman. Dan pemberian pupuk yang berlebihan terutama Urea, akan
meningkatkan proses dekomposisi bahan organik yang ada di dalam tanah,
akibatnya : bahan organik cepat habis dan porositas tanah berkurang (tanah
mengeras), dan ketersediaan unsur hara makin berkurang karena KTK- nya rendah.
4.8 Kesimpulan
dan Saran
4.8.1
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil setelah dilakukan
pengamatan didapatkan bahwa tanaman yang diberi urea secara berlebihan tanpa
komposisi yang tepat seperti memeperhatikan dosis, watu, guna, dan sasaran yang
tepat, mengakibat-kan tanaman tersebut mati, kebanyakan petani berfikir
bukannya akan tumbuh dengan baik melainkan pertumbuhannya akan terganggu dan
yang paling ekstrim tanaman tersebut bisa mati karena tanaman tersebut terbakar
(karena terlalu banyak urea) akibat urea yang berlebihan. Urea mengandung gas
Amoniak dalam proses ini nitrit menjadi nitrat yang naik keudara dan menjadi
racun bagi tanaman
4.8.2 Saran
Pada proses pemupukan gunakan
dosis pupuk, cara aplikasi pemupukan sesuai denga pupuk yang digunakan pada
sasaran yang tepat. Dikarenakan pupuk yang diberikan secara berlebihan akan
menjadi racun bagi tanaman.
DAFTAR
PUSTAKA
M.Majdid
B.Damanik et.al. 2010. Keusburan Tanah Dan Pemupukan. Medan. USU Press.
Pupuk Urea Bisa Digunakan di Tanaman
Indoor & Bagaimana? | EHow. comhttp:// www.ehow.com/info_7910059_can-fertilizer-used-indoor
plants. html#ixzz 1QCXv3 M84
Soemedi, dan A.
Handriatni. 2003. Diktat Kuliah Ekologi Tanaman. Pekalongan.
http:///Documents Wikipidia Bahasa Indonesia. /jarak% 20
tanam % 20 mangga.htm
M.Majdid B.Damanik et all. 2010. Kesuburan Tanah Dan Pemupukan Medan. UISU
Press
Diakses , Sabtu 23 Mei 2015. www.google.com
Diakses Sabtu 23 Mei 2015.
http://dewaarka.wordpress.com/2009/04/10/abiotik/. Diakses pada
hari Kamis, 21 Mei 2015.
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem. Diakses pada
hari Kamis, 21 Mei 2015.
.